PERJUANGAN MASUK UPI, SUSAH ATAU GAMPANG?

Perjuangan Masuk UPI, Susah atau Gampang?

by Gina Lutfiatul Qolbi

Hello, peeps!

    Waktu awal masuk SMA, aku sudah punya keinginan buat melanjutkan kuliah nantinya. Sebenarnya masih labil untuk pilihan tempat kuliah yang aku inginkan. Tapi, aku hanya bilang mau kuliah di Bandung. Setelah mencari tahu tempat kuliah apa aja yang ada di Bandung, aku langsung punya pilihan yaitu antara UNPAD, UIN, dan UPI. Dulu, dari TK setiap aku ditanya cita-citanya apa, aku selalu jawab mau jadi guru. Tapi, entah kenapa waktu SMA tiba-tiba aku mau jadi bidan. Sempat mikir mau jadi dokter juga tapi dokter anak, karena suka anak-anak hehe. Setelah itu, waktu kelas 10 ada tugas mata pelajaran Bimbingan dan Konseling itu harus tempel foto cita-cita atau profesi di bukunya. Nah, aku memutuskan untuk menjadi bidan, memakai pakaian bernuansa putih dan memegang stetoskop. Disitu, aku semakin percaya diri bahwa aku akan menjadi bidan. Seiring berjalannya waktu dan mencari tahu kuliah jadi bidan itu gimana ya. Ternyata, cukup mahal ya menurut aku, dan kuliahnya pasti di kesehatan juga. Karena disitu aku masih labil, selalu berubah-ubah pilihannya, aku langsung berfikir pokonya mau di UNPAD apapun jurusannya. 
    
    Semenjak itu, aku mulailah kepoin jurusan-jurusan yang ada di UNPAD. Aku langsung mau ngambil jurusan Statistika sama Aktuaria, karena apa? karena aku suka matematika dari kecil hehe. Ya, sebenernya itu mencocok-cocokan saja sama keahlian aku apa dan aku bisa apa yang sesuai sama jurusannya gitu. Akhirnya keputusan aku bulat, aku mau kuliah di UNPAD jurusan Statistika dan pilihan 2 nya Aktuaria. Disitu aku mulai konsul ke kakak kelas yang kebetulan ada yang diterima di UNPAD jurusan statistika. Makin percaya diri lah aku disitu, karena ada alumni yang diterima disana. 

    Seiring berjalannya waktu, pas aku kelas 12 mulai bisa konsultasi bersama guru BK mengenai perkuliahan. Aku bilanglah mau ke UNPAD jurusan statistika. Tapi apa kata guru BK itu? jangan, susah, ganti aja. Disitu aku bener-bener pesimis banget setelah konsul sama guru BK. Karena, aku bingung banget, gatau lagi mau kemana dan ngambil jurusan apa. Dan gatau kenapa, aku nurut banget sama guru BK disuruh ganti, ya karena emang masih labil, jadi selalu memikirkan pandangan orang lain. 

    Setelah itu, aku coba cari-cari lagi di internet bahkan aku mencoba tes minat bakat, tes pencocokan kuliah dan jurusan, dll. Intinya, aku mau tau diri aku yang sebenernya tuh dimana dan apa. Hasilnya, memang bidang aku di matematika, dan ada yang hasilnya aku cocok menjadi seorang guru. Disitu memang masih bingung banget aku harus kemana, sedangkan melihat orang lain yang udah punya pilihannya. Lalu, aku memutuskan untuk ngobrol sama mamah, papah, teteh, terkait ini. Mereka bilang, "kamu mah cocoknya jadi guru". Disitu aku mulai terbuka dan mengingat dulu, katanya dari TK aku selalu bilang cita-citanya mau jadi guru, terus juga di beberapa buku diary aku, aku selalu menulis cita-citanya jadi guru. Aku udah mulai mikir, kayanya aku emang cocok jadi guru deh. Mulailah disitu mencari tahu lagi dan lagi terkait jurusan yang nantinya akan jadi guru. Ya, karena bidang aku di matematika, ya pastinya jadi guru matematika dong? tapi, aku masih bingung juga, apa jadi guru sd ya? tapi dimana kuliahnya. Setelah aku mencari-cari, katanya tempat kuliah yang lebih fokus ke keguruan itu di UPI dan di UIN juga ada. Aku langsung memutuskan untuk "oke, aku mau coba pilih UPI jurusan Pendidikan Matematika dan PGSD".

    Alhasil, konsul lagi ke guru BK. Dan gatau kenapa, guru BK langsung menyetujuinya dan memberikan motivasi, agar aku bisa percaya diri dan yakin sama pilihan aku yang sekarang ini. Setelah itu, pengumuman siswa eligible sudah tiba. Alhamdulillah, aku masuk menjadi siswa eligible, artinya aku bisa daftar SNMPTN. Tapi dan tapi, lagi lagi banyak banget lika-likunya huhu. Ternyata yang harus daftar SNMPTN tuh tiap siswa ga boleh sama jurusan dan kampusnya. Akan diambil nilai yang paling tinggi. Disana ada 3 orang yang mau ke UPI jurusan Pendidikan Matematika. Jujur, kaget, sedih, makin bingung, pesimis lagi, dan gatau lagi mau gimana. Ya, akhirnya aku ada di urutan ke 2, artinya ada yang lebih tinggi nilainya dari aku. JUJUR, INI PART TERSEDIHH BANGETT. Karena, itu udah pilihan terakhir banget banget, gatau lagi pilih apa lagi. Kata guru BK, aku harus ganti lagi. Karena emang peluang lolosnya kecil kalau ada yang daftar lebih dari 1 orang dengan pilihan yang sama dalam satu sekolah. Disitu aku bener-bener down banget, udah gamau mikirin lagi tentang kuliah itu, hanya bisa nangis aja. 

    Tapi, beberapa hari kemudian, banyak yang support aku buat mencoba mencari pilihan lagi. Ntah itu dari keluarga, teman, dan guru wali kelas juga. Oke, aku mau coba di pilihan kedua aku, jurusan PGSD. Dan apa hasilnya? sudah ada yang ambil juga. Kesel? iya, banget. Lagi-lagi bingung. Tapi, setelah aku mikir panjang dan rekomendasi dari orang tua juga, kalau aku memutuskan untuk tetap akan memilih "UPI jurusan Pendidikan Matematika" meski lolosnya sangat kecil katanya. Tapi, kita tidak tahu takdir dan rezeki kita ya hehe. Ya, pendaftaran SNMPTN dibuka, aku langsung dengan percaya diri dan sangat yakin aku daftar dengan pilihan itu. Hanya modal bismillah dan doa orang tua.

    29 Maret 2022, pukul 15.36. "Selamat! Anda Dinyatakan Lulus Seleksi SNMPTN 2022"
Kaget, seneng, terharu, gemeteran, nangis, dan bingung? hehhe, KOK BISAAA! Alhamdulillah ya allah, ternyata ini emang udah takdir aku, rezeki aku, dan masa depan aku. Dan akupun seneng, karena teman-teman deket aku yang di osis itu pada lulus jugaa. Moment terr terr pokonya alhamdulillah dan bismillah, ini akan jadi awal (lagi) perjalanan aku.

    Ya, begitulah kisah perjalanan yang kaya roller coaster ku dalam memperjuangkan masuk UPI hehe. Susah? ya susah. Gampang? ya gampang kalau kita yakin dan selalu sabar dalam menghadapi lika-likunya. Jujur, katanya yang lulus di jalur SNMPTN ini hoki aja. Ya, bisa dibilang seperti itu, tapi ya pastinya kampus punya alasan untuk meluluskannya, dan kembali lagi kita ke takdir dan rezeki yang sudah dikasih sama Allah. Terima kasih mamah, papah, keluarga aku, temen-temen, guru-guru, dan siapapun yang selalu support aku, support selalu aku yaa. Aku akan selalu butuh kalian. Bismillah aku akan mulai perjalanan panjang ini dengan cara aku sendiri.


Salam, maba UPI 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAGANG : JADI GURU SD MENYENANGKAN?